Pelayanan itu gratis

 


Saint mary ways merupakan hal yang tidak akan terlupakan karena itu pengalaman saya menjadi  pelayanan di dalam sekolah minggu. Saint mary ways adalah kegiatan baru di sekolah saya yang menekankan pelayanan pada sesama, saya memiliki 4 teman yang bersama saya saat melakukan saint mary way teman saya di antarannya ada Ivander, Flavya, Nashya, dan Clo. Saya dan teman teman saya membantu kaka layan untuk menjaga adik layan. Pada minggu pertama saya, Flavya, dan Ivander menjaga kelas kecil dan itu sangat menyenangkan karna kita menonton sebuah video, yang memiliki pesan moral jika kita membawa Tuhan ke dalam masalah kita Tuhan akan membantu untuk menyelesaikan masalah kita, Lalu Nashya dan Clo menjaga kelas batita. 

         


 Sekolah minggu juga bisa mengajarkan anak anak tentang nilai nilai kristen dan mengembangkan iman mereka. Pelayanan  ini juga membantu anak-anak memahami ajaran alkitab dan mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Dalam program pelayanan di sekolah minggu, anak anak juga diajarkan tentang pentingnya berbagi kasih dan melayani orang. Mereka juga di ajak untuk terlibat aktif di dalam kelas pelayanan tersebut. Setelah menyelesaikan seluruh program tersebut selama 2 minggu, saya dan teman teman di berikan waktu 1 minggu untuk membuat ppt tentang kegiatan tersebut, yang akhirnya di presentasikan pada hari jumat tanggal 17 Oktober 2025 di aula smp santa maria bandung, presentasi tersebut di lakukan di depan mama papa orang tua. Walaupun tidak banyak yang datang saya merasa sangat senang setelah melakukan kegiatan tersebut, karna sudah bisa terlibat dalam pelayanan. 

                   Lalu di kegiatan SMW ini kita memiliki sebuah kendala, kendala yang kita alami adalah kita sulit untuk mendapatkan izin untuk melakukan pelayanan. Tetapi setelah kami ngobrol dengan ketua pelayanan anak atau biasa di sebut PA kami di minta untuk memberikan surat dari kepala sekolah, dan pada saat ketua PA mengetahui kepala sekolah yaitu bu Christine tanpa lama dia langsung meminta surat izin untuk melakukan pelayanan. Lalu saya dan Nashya meminta surat tersebut kepada bu Christine, dan akhirnya setelah kami mendapatkan surat tersebut kita bisa melakukan pelayanan di minggu berikutnnya. Mungkin hanya itu pengalaman yang bisa saya kasih tau, saya sangat senang memiliki pengalaman tersebut karna membuat saya menjadi lebih dekat dengan teman kelompok dan saya jadi bisa mengerti beberapa pelajaran tentang Yesus yang sebelummnya belum saya ketahui. 

   


  Di kegiatan ini juga ada 3 bagian yang terstruktur untuk kita melakukan presentasi nya. Yang pertama itu SEE jadi di bagian ini yang saya lakukan saat pelayanan adalah di hari Minggu yang cerah saya bersama kelompok saya pergi ke gereja untuk melakukan pelayanan. Saya melihat banyak anak dan kaka layan yang tersenyum karna kami sudah mau membantu melayani di sana. Dan yang terakhir saya bertugas untuk menjaga adik layan dan membantu membagikan kantung persembahan. 

               Setelah itu bagian JUDGE saya belajar untuk melakukan suatu hal secara tulus setelah saya melakukan pelayanan secara tulus saya merasa senang karna sudah mau membantu tanpa berharap diberikan imbalan. Pengalaman ini memperkuat hati aku untuk terus membantu dalam pelayanan di gereja. Dalam ayat 1 petrus 5:7 dengan isi "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-nya, sebab ia yang memelihara kamu." yang berarti bila kita menyerahkan masalah kita kepada Tuhan, ia akan membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

     Dan bagian yang terakhir adalah ACT kegiatan smw ini akan membuat saya untuk lebih disiplin bila sudah melakukan suatu hal. Dan Saya juga menjadi lebih berkomitmen untuk menyelesaikan hal yang sudah saya jalanin. Langkah konkret dalam menjalankan pelayanan dimulai dengan memahami kebutuhan orang lain secara tulus melalui sikap empati. Setelah itu, kita mengambil tindakan nyata seperti menawarkan bantuan, memberikan waktu, atau menyelesaikan tugas yang bermanfaat bagi orang lain. Konsistensi juga penting, sehingga pelayanan tidak hanya dilakukan sekali tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan menjaga komunikasi yang baik dan bersikap rendah hati, pelayanan dapat berjalan efektif dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

        Lalu Pelayanan adalah tindakan memberi diri untuk membantu orang lain dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan. Dalam pelayanan, seseorang belajar menunjukkan empati, kepedulian, dan sikap hormat kepada sesama. Pelayanan tidak hanya tentang melakukan pekerjaan, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar. Melalui pelayanan, kita belajar memahami kebutuhan orang lain serta bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Pengalaman ini membentuk karakter yang lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab bagi diri saya. dengan melayani, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memperkaya diri sendiri melalui nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian.

Comments

Popular posts from this blog

Teknologi kehidupan kita di masa mendatang

Hobi menendang bola sampai angkasa

Profil si pembaris belakang